Feeds:
Posts
Comments

Jika BB Bold anda masih menggunakan Track Ball dan biasanya sering macet, hal ini disebabkan karena banyak kotoran ataupun “daki” yang menempel pada bagian bawah trackball yang berfungsi sebagai cursor.

Kotoran itu terjadi karena tangan kita ataupun karena kita sering mengeringkan Trackball menggunakan tissue setelah kita teteskan minyak kayuputih ataupun alcohol, kan biasanya untuk mnegerinkannya kita lap menggunakan tissue atau kain.

Beberapa kali memang lumayan manjur dengan membersihkan trackball menggunakan minyak kayu putih atau alcohol, tetapi jika kotoran sudah menumpuk di bagian bawah trackball, maka hal itu tidak berarti lagi.

Solusinya bisa kita bersihkan sendiri, cukup mudah, walau perlu kehati-hatian.

Peralatan yang digunakan pun simple, pertama adalah siapkan obeng khusus untuk membuka casing BB,  kemudian korek kuping ataupun jenis lain yang bisa kita gunakan untuk membersihkan bagian-bagian dari trackball.

Langkah -langkahnya:

Buka casing BB anda dengan menggunakan obeng, kemudian pisahkan dengan hati-hati mesin BB dari casingnya.

Setelah itu, buka trackball dari mesin BB dengan menggunakan benda tipis, bisa dengan ujung obeng atau benda lain, ini pun harus sedikit hati-hati.

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah dipisahkan dari mesin, trackball akan tampak seperti ini,

kemudian, buka besi tipis pada trackball, maka akan menjadi bagian-bagian seperti ini :

 

 

 

 

 

 

Nah bagian-bagian seperti paku, yang bermagnet inilah yang jika terdapat banyak kotoran akan menyebabkan trackball anda macet, bersihkan bagian ini terutama pada geriginya.

 

 

 

 

 

 

Jika dirasa sudah cukup bersih, pasang kembali Trackball, dan anda akan merasakan kembali ber-BB ria tanpa kendala Trackball macet…

____SELAMAT MENCOBA____

Setelah lima tahun nggak mudik, akhirnya, kamis – 3 hari menjelang lebaran tahun ini – saya memutuskan untuk pulang kampung, tempat dimana ari-ari ku ditanam (Dusun Kuripan, Kec. Tiga Dihaji, Kab. OKU Selatan). Tujuan mudik kali ini adalah ziarah ke makam “bakas” dan “bini”(sebutan untuk kakek dan nenek dalam bahasa daerah kami, bahasa marga haji), kemudian silaturahmi lebaran dengan saudara dan handai taulan yang masih ada di kampung.

Keputusan mudik kali ini cukup berani, karena saya memutuskan untuk mudik dengan menggunakan motor, sekalian ngerasain mudik dengan motor scorpio kreditan ku, *[3 bulan lagi lunas bro… :-) ]. Coba-coba untuk solo touring dengan perjalanan diperkirakan memakan waktu 12 jam, sekita 560 km. Persiapan sebelum mudik pun dilakukan mulai siang kamis itu juga, karena kebetulan Scorpio sudah mengalami sedikit perubahan di bagian Velg dan Ban. Velg dan Ban asli bawaan Scorpio sudah saya ganti dengan Velg HMF ring 17 dan Ban pakai IRC copotan Ninja 250. Dua minggu sebelumnya juga sudah ganti oli, dan sempet tune-up dulu. Akhirnya persiapan hari kamis itu, cari jas hujan, sempat kekantor sebentar and mampir di Bonjer III buat beli jas hujan. Sampai rumah, karena berfikir bakal banyak ngelewatin jalan lintas, klakson ganti dengan yang bunyinya rada ngagetin. Tambah sedikit air accu dan bersih2 motor…. yang pasti isi tangki full dengan pertamax.

Jum’at pagi rencanya jalan setelah sahur, harus dipending, karena masih ngantuk parah. Akhirnya perjalanan dimulai jam 7 pagi hari jum’at (18 Sept 2009). Celana jeans, baju kaos, sepatu dan tentu nya jaket dah siap di badan, satu buah tas punggung kecil untuk baju ganti udah nemplok di belakang. Yang pasti nggk lupa helm kyt gw yang warna putih…

Start jam 7 pagi dengan harapan sampe Merak 1,5 jam kemudian. Perjalan dari rumah (Ciledug) lewat jalur biasa ke arah Tangerang, parah nya sedikit nggk nyangka sampai Cikupa, pas pasar Cikupa macet parah, hampir setengah jam nggk jalan sama sekali, untungnya pak polis rada cekatan, dan perjalanan dilanjutkan menuju Balaraja, Serang dan Cilegon – Merak.  Sampai di Merak jam 09:10 pagi (klo liat di catatan spidometer sih, Ciledug – Merak berjarak kurang lebih 110 km). Ah ternyata sudah banyak motor lain yang antri tiket masuk kapal, umumnya mereka mudik bersama anggota keluarga yang lain dalam satu motor, minimal entah itu bersama pacar atau istri mereka dan tidak sedikit yang motor bebeknya penuh sesak, di depan ada anak kecil, bapaknya (mungkin) kemudian anak kecil lagi dibelakangnya, istri (mungkin) menjadi boncenger terakhir, ditutup dengan sebuah tas pakaian di belakang dengan tambahan kayu sebagai penyangga. Setelah antri dan berpanas ria hampir sekitar 2 jam (harga tiket untuk Motor Rp. 28.000,00), jam 11:00 WIB dapat juga giliran naik kapal, ah dapatnya di dek kapal bawah lagi. *menyebalkan….

Perjalan laut diperkirakan memakan waktu 2 – 3 jam. Karena berfikir masih harus melanjutkan perjalan jauh, saya memutuskan untuk cari ruang penumpang kapal yang menyediakan tempat lesehan agar bisa tidur, masuk ruangan yang katanya VIP dengan tambahan bayar tiket RP. 10.000,00, dan zzzzzzz………………

Sekitar jam 01:20 WIB kapal sudah sandar di pelabuhan Bakauheni dan mengharuskan saya untuk turun lagi ke dek bawah, ah ternyata walaupun gerbang dek kapal belum dibuka, hampir semua motor sudah menyalakan mesin, sesekali gas kenceng, ada lagi yang sedikit nyeleneh bunyiin klakson, kalo saya fikir itu adalah pekerjaan bodoh. Kenapa saya bilang begitu, dengan kondisi dek bawah yang penuh sesak dengan motor dan bus serta truk yang sudah menyalakan mesin mereka, kondisinya sangat panas dan penuh dengan asap, akhirnya apa yg pengendara lakukan dengan kadang gas kenceng dan pencet klakson membuat suasana makin panas dan pengap. Saya hanya melihat saja dari tangga turun kapal, kebetulan motor saya tempatkan di pinggir kapal. Setelah gerbang dek sedikit terbuka, baru saya menyalakan motor dan gas motor untuk keluar kapal, lanjut menuju Tj. Karang.

Kondisi jalan menuju Tj. Karang secara umum bisa dikatakan mulus, walau masih ada beberapa tambalan. Terus meluncur melewati Kalianda – Kota Dalam dan Panjang akhirnya sampai di wilayah Tj. Karang (Bakauheni – Tj. Karang berjarak sekitar 90 km). Jalur ini cukup menarik karena ada beberapa tanjakan dan turunan yang di sertai dengan belokan yang cukup panjang, seperti misalnya saat lewat di daerah Tarahan, salah satu daerah rawan kecelakaan di jalur ini. Saat tiba di Tj. Karang jam tangan saya menunjuk pada sekitar jam 3 sore. Karena lihat jarum penunjuk isi tangki belum banyak berkurang, perjalanan terus saya lanjutkan menuju Kota Bumi (karena berencana untuk menginap disana, kebetulan ada sodara). Melintas beberapa daerah, Natar – Bandar Jaya – Kota Bumi, tepat di POM Bensin pertama masuk daerah Kota Bumi (klo nggk salah), saya berhenti isi Bensin (nggk ada pertamax, full tank lagi), istirahat sebentar sambil sholat Ashar. Jam ada di sekitar angka setengah 5 sore. Jalan dari Tj. Karang sampai ke Kota Bumi juga masih tergolong bagus dan ramai, rumah-rumah penduduk masih banyak ditemui di kiri-kanan jalan (Tj. Karang – Kota Bumi berjarak sekitar 100 km). Ada sedikit cerita saat melintas di jalur Natar, dengan kondisi jalan lebar dan lumayan mulus, berjarak sekitar 2-3 km sebelum flyover Natar, saya melaju dengan jarak hampir 5 motor dibelakang sebuah sedan berwarna coklat muda dengan plat daerah Sumatera Selatan, kami berada di jalur kanan jalan, di depan sedan tersebut juga melaju sebuah sepeda motor bebek plat Lampung yang lumayan sarat muatan dengan boncenger nya. Sedan mencoba kasih tanda dengan membunyikan klakson untuk mendahului motor bebek tersebut, tapi tampaknya si bebek dengan santai tetap berada di jalur kanan, kemudian klakson berbunyi lagi dan sedan ambil jalur kiri untuk mendahului, saya mengikuti alur si sedan. Nah pada saat sedan tepat berada di samping si bebek, saya lihat persis karena saya ada di belakang mereka, si bebek seperti tertarik sebuah magnet besar, dengan tiba2 turun jalur ke kiri dan tanpa terhindarkan membentur pintu depan sedan……. *****gedubrakklkdfbirbfribfrhibh…… motor jatuh dan sempat terseret sampai pintu samping bagian belakang sedan. Yang menakjubkan bagi saya adalah, sedan menambah kecepatan dan meninggalkan motor yang jatuh. Saya sempat menghindar dari motor yang jatuh dan MAAF beribu maaf kepada pengendara bebek, saya tidak berhenti dan menolong si korban, yang terpikir saat itu adalah mencoba mengejar pengendara sedan dan memintanya berhenti untuk bertanggungjawab. Dengan kecepatan lumayan kenceng saya ikuti sedan dan terus bunyikan klakson memintanya berhenti, tetapi sedan tetap melaju, seorang cewek yang duduk di samping sopir membuka kaca pintu dan bilang “udah lu diem aja, jangan ribut, Ba****t…. udah diem”, tp saya malah makin emosi untuk mencoba membuat mereka berhenti, dan sia-sia mereka tetap melaju, tidak kehabisan akal, saya dahului sedan dan melihat sebentar kebelakang untuk memastikan plat mobilnya, got it, saya terus gas pool sambil liat kiri-kanan jalan memastikan adanya pos polisi, tepat di penghujung flyover Natar, ada pos lebaran polisi, berhenti dan bilang sama mereka tentang kejadian di atas, dengan cekatan polisi dan petugas DLLAJR berlari ke arah jalan memperlambat arus lalu lintas, saat sedan coklat muda itu datang, mereka segera menghentikannya, ahaaaa…. ketangkap kau, dalam hati saya bilang. Cewek yg duduk di sebelah kiri sedan, masih terlihat marah-marah, tapi nggk jelas dia bilang apa, saat sopir turun dari sedan menuju pos polisi dia sempat bilang “kan tadi yang salah motornya”, saya hanya menjawab, “bukan mencari siapa yang salah, tapi kenapa bapak tidak berhenti dan menolong, karena kita tidak tau kondisi korban, parah atau bahkan meninggal” (sebelumnya, pas saya dateng dan cerita ke polisinya, tim medis dan beberapa polisi langsung meluncur ke TKP). Oke selesai laporan sama polisi, saya ijin untuk melanjutkan perjalanan.

Karena waktu masih menunjukkan jam setengah 5 sore, dan hitung punya hitung sampai Muara Dua (Ibukota OKU Selatan) sekitar jam 8 malam, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, nggk jadi nginep di Kota Bumi. Berbekal bensin full tank dan sedikit istirahat tadi, motor kembali saya gas untuk menuju ke Bukit Kemuning (jarak tempuh Kota Bumi – Bikit Kemuning sekitar 50 km). Jam 5:25 sore sampai lah di ujung Bukit Kemuning, karena kebetulan hari itu saya masih puasa, saya berhenti sebentar untuk beli bekal buka puasa, beli rokok sama pocari botol. Eh kok ada lagi yang kecelakaan, warung tempat saya beli rokok ada di pojok jalan kecil menuju kampung dari jalan lintas. Baru masuk warung sebentar tiba-tiba **gedubrakkkkfvnvjnvbibvbvb……… motor Mio dan si bebek, saya lupa merknya, tabrakan, dimana salah satu motor tersebut mau masuk jalur lintas, tanpa lampu sein dan tanpa lihat kiri-kanan. wah… kacau juga cara orang bawa motor di sini…….

Ambil kembalian dari ibu warung, motor saya gas lagi menuju Martapura, Sum-Sel. Setelah perjalanan sekitar setengah jam, jam tangan sudah menunjuk arah jam 6 sore, artinya harus cari tempat untuk buka. Lewat dari pasar Baradatu (Kab. Way Kanan, masih daerah Lampung) saya berhenti di warung kecil, yang jual es dan gorengan. Buka puasa disana…. mmmmm lega rasanya tenggorokan kena air dingin….. Diwarung ini suasana dah mulai gelap, trus cerita2 sedikit sama bapak-bapak yang ada di situ. Beliau menyarankan untuk cari temen rombongan, karena sebentar lagi saya akan melewati areal perkebunan karet sepanjang jalan. Suasana nya gelap dan lumayan rawan kejahatan saat malam, si bapak juga cerita kalau di jalan yang sebelumnya saya lewati, antara Bukit Kemuning dan Baradatu, ada jalan tikungan dan agak menurun, disitu kalau malam suka ada yg siram olie dijalanan, nah pas pengendara jatuh dari motor, mereka akan melakukan kejahatan. *ngeri juga dengernya, untung lewat sana pas masih siang. Oke deh pak, terima kasih info nya, saya lanjutkan perjalanan menuju  Martapura.

Karena inget info bapak tadi, di POM Bensin terakhir Baradatu, saya sempat berhenti sebentar untuk mencari temen bareng ke arah Martapura. Nggak nyangka ada 3 motor masuk POM, 2 dengan Plat B dan 1 dengan plat A. Pas mereka berhenti langsung aja sok akrab dan tanya tujuan mereka, ternyata pas banget, mereka menuju ke Martapura. Akhirnya ikut kompoi dengan mereka melewati perkebunan karet. Sedih juga liat robongan ini, mereka pulang kampung dengan keluarganya, istri dan anak…. mmmmmm, kyaknya nggk deh klo harus pulang kampung kayak gini….. Kemudian melanjutkan perjalan ke Martapura, saya ada dibelakang mereka, wah emang gelap and serem wilayah ini. Tapi capek juga ternyata ngikutin rombongan ini, mereka melaju dengan kecepatan rata 45 km/jam, paling sesekali aja sampe ke angka 60 km/jam. Woooaaaahhhh….. mulai sedikit ngantuk deh….

Jam 8:15 malam, sampe juga akhirnya di Martapura trus memisahkan diri dari kelompok ini, karena kondisi badan mulai capek dan ngantuk saya berhenti disebuah minimarket. Beli kopi kaleng, nikmatin sebentar dengan sebatang rokok. Liat jarum fuel sudah hampir garis merah, mampir sebentar POM Bensin, full tank lagi.

Martapura, ambil arah kiri menuju Muara Dua, melewati jalan berkelok di pinggir sungai komering, kiri-kanan jalan adalah rumah penduduk, satu jam kemudian sampai lah di Muara Dua….. dari sini dusun ku masih 25 km lagi. Istirahat di rumah salah satu sodara, agak lama karena cerita2 dulu. Jam 11 malam melanjutkan perjalanan ke dusun, Alhamdulillah hampir jam setengah 12 malam, sampe juga di dusun Kuripan….. ,,,,

mmmmmmmmmm cukup melelahkan, tapi tergantikan dengan kenikmatan perjalanan……

Scorpiokuantri tiket 2antri tiket 2kasihan anaknya...kasihan anaknya juga..enaknya puasa-puasa makan mie.abis makan mie minum dingin deh, makin mantap panas-panasan antridalam dek kapal Ferydalam dek kapal Fery sesaat sebelum keluar

“Lagu Cinta”

Aku jatuh cinta,’tuk kesekian kali

Baru kali ini ku rasakan cinta sesungguhnya,

Tak seperti dulu

Kali ini ada pengorbanan…..

*Lagu Cinta (Dewa 19)

Aku harus jujur bahwa aku bukan orang yang alim, rajin sholat terus, puasa terus or segudang imej alim yang orang tahu……

Aku cuma orang biasa, just an ordinary people, yang selalu berusaha untuk menjadi baik dan terus mencoba untuk mencari jati diri….

Sekarang maafkan aku karena aku harus menjauh, bukan karena aku telah kehilangan rasa sayang, bukan karena aku membencimu ataupun bukan juga karena aku sudah tidak mencintaimu lagi…

Aku hanya ingin menganggap semuanya seperti biasa saja, karena sekarang aku takut.. aku takut dirimu semakin tidak merasa nyaman, aku takut dirimu selalu merasa terkekang akan adanya aku disitu. Dan lebih jauh lagi aku takut akhirnya aku terlalu mencintaimu… karena sesungguhnya aku tidak mau terlalu mencintaimu…..

Bukan tanpa alasan bahwa akhirnya aku tidak mau terlalu mencintaimu, aku hanya tidak ingin bahwa kecintaan ku sama kamu melebihi segalanya.. melebihi rasa cinta pada keluarga ku, melebihi rasa cinta pada kehidupan, dan titik akirnya adalah melebihi keinginanku untuk mencintai Zat yang telah menciptakan dan menganugrahkan kehidupan padaku….

Kau perlu tahu…. Sekarang aku sedang jatuh cinta… dan itu bukan pada dirimu, aku sekarang jatuh cinta pada keinginanku untuk terus berusaha menjadi lebih baik.. aku jatuh cinta pada keinginanku untuk terus berusaha mencari siapa aku, aku sekarang jatuh cinta pada keinginanku untuk terus berusaha tidak mnghianati Zat Maha Pemurah itu.. aku jatuh cinta pada keinginanku untuk terus berusaha menjadi seorang yang mampu menahan segala hal yang bisa menyesatkanku… aku jatuh cinta pada keinginanku untuk belajar selalu bersyukur, aku jatuh cinta pada keinginanku untuk terus berusaha belajar ikhlas, dan aku jatuh cinta pada keinginanku terus belajar bersabar….

Aku sekarang sedang jatuh cinta pada keinginanku untuk selalu berusaha bisa dekat dengan Dia… aku sekarang jatuh cinta pada kenginanku untuk terus berusaha belajar untuk mencintai-Nya…….

“aku begitu menikmati saat-saat aku jatuh cinta………


Ya.. Rabb….. knapa kok aku menjadi orang yang tidak pandai berterimakasih padaMu…………..

dari sekian banyak nikmat yang Engkau berikan, aku masih saja merasa kurang… aku masih saja berfikir bahwa Engkau tidak adil padaku…. Engkau tidak adil pada keluargaku… ah sungguh hinanya aku…

sekarang aku ingin sekali menghirup dalam arti dari “Allah tidak memberikan apa yang kau inginkan, tapi apa yang kau butuhkan”. aku ingin sekali selalu berterimakasih atas semua nikmat yang Engkau berikan… aku ingin sekali tidak pernah merasa terbeban dengan arus kehidupan… aku ingin sekali terus tersenyum “betul-betul senyum yang tulus” akan semua derap langkah kehidupan…. aku ingin sekali selalu bernyayi riang bagai anak kecil yang menerima hadiah terbaik dari ibunya…

aku hanya ingin menikmati seluruh agenda kehidupan yang Engkau tuliskan….. bagaikan menghirup dingin dan segarnya udara diwaktu subuh…..

Ah alangkah nikmatnya saat aku terus berusaha untuk menjadi lebih baik, selalu berusaha untuk kehidupan dan penghidupan yang lebih baik…. tapi saat aku belum berhasil, aku ingin sangat menikmatinya juga dengan bilang “Engkau pasti lebih tau apa yang akan terjadi Y.. Rabb”    ah… senangnya…..

masih banyak hal yang selalu menjadikan aku picik terhadap apa yang telah Engkau berikan padaku……….. masih banyak hal yang membuat aku kadang berfikir negatif akan semua hal yang engkau tuliskan dalam kehidupanku….. ah.. betapa hinanya aku….

Aku ingin memulainya lagi ya Rabb….. selalu menikmati setiap hal yang Engaku gariskan padaku, dengan selalu dan terus tanpa henti berusaha, berharap dan bersyukur padaMu……………..

27 Tahun

nggk kerasa hari ini tepatnya sudah 27 tahun umur gw…

apa yang sudah dilakukan….. mana sesuatu yang bermanfaat..

apa yang terbaik yang seharusnya dilakukan setelah ini..

membingungkan…

I Adore You

By : Daniel Sahuleka

I’m maybe not romantic
I’m maybe not poetic
sometimes I’m not that fluent
to find those magic words
I wish that I could show you my emotion
how can I given notion
to use all my potention
to say how deeply I adore you
I hope you will forgive me
the moments when I’m clumsy
the truth is some on certain
when we’re about to make love
and my joy sailed cover my confusion
the wish not my intention
the tease show with this nonsense
you should know
how deeply I adore you
don’t reject me
you could hurt me
although I seems so silly
but it’ll hurt me
I’m maybe different
as you discovered
but I’m getting warm inside
whenever you want near me
I’m no longer lonely
don’t ever leave me
cause I can’t stand
the coldless when you are gone

by : Daniel Sahuleka

Morning sunshine in our room
Now that room is back in tune
Autumn start this day with a smile
And laugh at my beautiful love one
Who is lying besides me

You so far away in your sleep
Who can tell what dream you may dream
You don’t know that I was drawing
With my finger on your sweet young face
Vague as a meaning words

[*]
You make my world so colorful
I never had it so good
My love I thank you for all the love
You gave to me

Like a summer breeze so soft
Like a rose you bring me near
And I kiss your lips so sweet
Soft like the rain and gentle as
The morning dew in may

Though they said that I was wrong
But thank god my will so strong
I got you in the palm of my hand
Everyday they tried to put me on
But I laugh at those who tried to hurt our love


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.